takjub

takjub

“takjub adalah awal dari kebijaksanaan” lihat: http://picturinggod.ignatianspirituality.com/page/18/, 13 April 2011 Iklan

awan-awan

awan-awan

“kadang kala yang perlu kita lakukan hanyalah memandang.” lihat: http://picturinggod.ignatianspirituality.com/, 5 Desember 2011

Dia di antara para bocah (xiii)

Seorang imam pernah berkata, “Kamu tahu, lukisanmu tidak benar. Tidak satu pun dari rasul-rasul cilik itu yang menatap Yesus kecuali bocah kecil yang mempunyai tatapan kosong. Yang lainnya fokus dengan aktivitas mereka masing-masing. Dalam sejarah, lukisan Perjamuan Terakhir selalau terpusat pada Kristus. Semua tokoh menatap ke satu titik yaitu Yesus. Judul ‘Meja Harapan’ kelihatannya tidak sesuai karena mereka tidak melihat pada harapan. Mereka kelihatan tanpa harapan.”

Joey merasa tertekan dengan pernyataan itu, karena imam itu seorang seniman dan pernah lama tinggal di Italia, negeri seni dan budaya. Benar yang dikatakan imam itu. Bocah itu sibuk dengan perut mereka. Mata mereka tertuju pada piring dan makanan. Memang tidak ada kontak mata di antara mereka, namun setiap orang itu tahu bahwa Yesus bersama mereka. Mereka begitu “at home” bersama dengan Tuhan.

Ia adalah Tuhan yang tidak hanya memberi perhatian pada orang-orang yang menatapnya sepanjang waktu, tapi juga pada orang-orang yang mengabaikannya. Ia peduli bukan hanya pada mereka yang suaranya meraung nyaring, tapi juga pada mereka yang suaranya tenggelam dalam belantara kehidupan (hiruk-pikuk dunia). Kasihnya memancarkan cahaya kepada setiap orang tanpa syarat. Sekalipun kita melarikan diri, Ia akan tetap mendapatkan hati kita. Hal itu nyata dalam hidup Joey.

Joey meyakini bahwa Allah mengenal setiap orang secara personal. Ia mengetahui namaku. Ia melihatku bukan sebagai kumpulan orang, melainkan sebagai seorang pribadi. Ia memberikan kita tujuan hidup. Manusia tidak diciptakan untuk masuk surga melainkan untuk memberi makan orang miskin. Tidak perlu kita menunggu surga untuk mencapai kepenuhan hidup. Kepenuhan hidup dapat kita rasakan kini dan di sini.

Joey amat terkesan dengan sebuah kutipan:

There is nothing we can do for God to love us more.

There is nothing we can do for God to love us less.

Kita terlebih dahulu sudah dicintai. Sepenuh-penuhnya. Tidak ada dosa yang akan mengubah pikirannya mengenai diriku. Kasihnya melampaui apa yang dapat dan tak dapat kulakukan. Rahmat tidak dapat diusahakan oleh manusia. Itu hanya dapat diterima.

 

bersambung…