Sehati Seperasaan [3]

Allah adalah Allah beserta kita. Allah mengambil bagian dalam kehidupan kita dalam solidaritas. Ini tidak berarti bahwa Allah memecahkan persoalan-persoalan kita, memperlihatkan kepada kita jalan keluar dari kebingungan kita, atau memberikan jawaban-jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan kita. Ia mungkin saja melakukan semua itu, tetapi solidaritasnya ada dalam kenyataan bahwa Ia rela bersama kita masuk ke dalam persoalan-persoalan, kebingungan-kebingungan, dan pertanyaan-pertanyaan kita. Itulah kabar gembira dari Allah yang mengambil wujud daging manusiawi.

(sumber: Henri J.M. Nouwen, Sehati Seperasaan: Sebuah Permenungan Tentang Hidup Kristen, Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 1987, 27).

Iklan