Siapa percaya, dia melihat dan menembus jauh.

Siapa percaya, dia melihat dan menembus jauh.

Siapa berdoa, dia tak tinggal berdiri di hadapan cermin–

berhenti pada dirinya dan puas mengagumi wajahnya.

Ia melihat lebih jauh, melampaui dirinya.

Kita bukanlah perekayasa dan pembuat keberadaan kita.

Hidup ini sungguh penuh dengan kejutan, yang menegangkan.

Hidup ini pergi lebih jauh melampaui apa yang kita rencanakan dan kerjakan.

Kita tidak hanya hidup dari pasar untung dan rugi.

Kita hidup dari kepercayaan, harapan dan cinta

pendeknya, dari apa yang tidak dapat kita buat dan kita beli.

Itu semuanya mengubah kita–dan dunia.

 

sumber: (Franz Kamphaus: Weltblick, dlm.: “Konradsblatt, 10, 2004, hlm.18), dalam “Gaya Filsafat Nietzsche” (Yogyakarta: Galang Press, 2004), karangan A. Setyo Wibowo, SJ.

Iklan