hening [1]

…membawa keheningan ke dalam hidup kita adalah satu di antara disiplin yang paling penting namun juga paling sukar. Bahkan meskipun kita mungkin mempunyai keinginan yang mendalam untuk hening, kita juga mengalami gangguan waktu kita memasuki saat dan tempat yang sunyi. Segera sesudah kita berada sendirian, tanpa orang yang dapat diajak berbicara, tanpa televisi yang dapat ditonton. Tanpa hal-hal lain, suatu keadaan kacau muncul dalam hati kita. Kekacauan ini dapat sedemikian mengganggu dan membingungkan sehingga sukar bagi kita untuk tidak menjadi sibuk lagi.

Oleh sebab itu, masuk kamar dan menutup pintu tidak berarti bahwa kita dapat langsung menutup semua keraguan, kecemasan, ketakutan, kenangan-kenangan buruk, pertentangan-pertentangan yang tak terselesaikan, perasaan marah dan nafsu-nafsu yang meluap-luap. Sebaliknya, ketika kita merasa sudah menyingkirkan gangguan-gangguan dari luar, kita sering menemukan bahwa gangguan-gangguan dari dalam diri kita menampilkan diri dengan pengaruhnya yang paling kuat. Kita sering kali menggunakan gangguan-gangguan dari luar untuk melindungi diri kita dari gangguan-gangguan batin. Tidak mengherankan kalau sukar bagi kita untuk berada sendirian. Menghadapi pertentangan-pertentangan dalam batin dapat membawa rasa sakit yang terlalu berat untuk ditanggung…

sumber: Henri J.M. Nouwen, Cakrawala Hidup Baru, Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 1986, hlm. 41.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s