Sehati Seperasaan [2]

Kapankah kita merasakan adanya kebahagiaan dan penghiburan sejati? Apakah ketika seseorang mengajar kita bagaimana berpikir atau bertindak? Apakah ketika kita mendapatkan nasihat kita harus pergi ke mana atau berbuat apa? Apakah ketika kita mendengar kata-kata yang menghibur atau memberi pengharapan? Mungkin, kadang-kadang. Tetapi yang sungguh berarti adalah bahwa dalam saat-saat di mana kita merasa sakit dan menderita, seseorang ada bersama kita. Lebih penting daripada setiap tindakan tertentu atau nasihat adalah kehadiran seseorang yang memberi perhatian. 

Kalau seseorang berkata kepada kita di tengah-tengah suatu krisis, “Saya tidak tahu apa yang harus saya katakan atau apa yang harus saya kerjakan, tetapi saya ingin engkau menyadari bahwa saya ada bersama engkau, bahwa saya tidak akan meninggalkanmu sendirian,” kita memiliki seorang teman yang membuat kita merasakan penghiburan dan harapan. 

Dalam zaman yang sangat penuh dengan metode dan teknik yang dirancang untuk mengubah manusia, untuk mempengaruhi tingkah laku mereka, dan untuk membuat mereka melakukan hal-hal yang baru dan memikirkan ide-ide yang baru, kita sudah kehilangan anugerah yang sederhana tetapi sulit yaitu, untuk hadir satu bagi yang lain. 

Kita telah kehilangan anugerah itu karena kita telah dibuat percaya bahwa kehadiran harus berguna. kita mengatakan, “Mengapa saya mengunjungi orang ini? Saya tidak dapat berbuat sesuatu  pun. Bahkan saya tidak mempunyai apa-apa untuk saya katakan. Apa gunanya?” Sementara itu, kita telah melupakan bahwa sering kali dalam kehadiran yang tidak berguna, tanpa maksud, dan sederhana bagi orang lainlah kita merasakan penghiburan dan kebahagiaan.

Sekadar berada bersama dengan seseorang adalah sukar karena menuntut kita untuk berbagi rasa dalam kelemahan yang lain, masuk bersama dengan dia ke dalam kelemahan dan ketidakpercayaan, menjadi bagian dari ketidakpastian, dan melepaskan kemampuan untuk mendendalikan situasi dan menentukan diri. Meski demikian, kalau ini terjadi, kekuatan baru dan pengharapan baru dilahirkan.  

Mereka yang memberikan kebahagiaan dan penghiburan kepada kita dengan berada dan tinggal bersama kita dalam saat-saat sakit, kesedihan yang mendalam atau kegelapan rohani sering kali menjadi begitu dekat dengan kita seperti mereka yang punya ikatan darah dengan kita. Mereka memperlihatkan solidaritasnya dengan kita dengan secara suka-rela memasuki lingkup kehidupan kita yang gelap, tak terpeta. Karena itu, mereka adalah orang-orang yang membawa pengharapan baru untuk membantu kita menemukan arah-arah baru. 

 

(sumber: Henri J.M. Nouwen, Sehati Seperasaan: Sebuah Permenungan Tentang Hidup Kristen, Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 1987, 25-26).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s