di kesunyian malam

Tuhan, malam telah larut.

Aku masih di tengah jalan,

dan merasa, betapa semuanya sunyi,

di lampu merah ketika aku harus berhenti,

di pengisian bahan bakar, di tepi-tepi jalan,

semuanya menjadi sepi,

lain dengan suasana ramai di pagi hari.

 

Aku merasakan kesunyian itu.

Biarkan ya Tuhan, kesunyian itu membelai aku,

dan membersihkan aku.

Sepanjang hari banyak kata aku hamburkan,

setiap saat kata-kata dituangkan,

dan meracuni aku serta duniaku.

 

Curahkanlah anugerah-Mu agar aku bisa diam,

diam yang membuat aku dapat mengenangkan kembali

siapa saja yang kujumpai hari ini,

dan pada siapa aku harus berterima kasih;

diam yang membuat aku ingat

akan peristiwa, waktu, dan saat,

di mana aku merasa tersengat dan tergugat

untuk makin mencintai sesamaku;

diam yang membuat aku memberi maaf,

pada siapa yang melukai aku,

dan meminta maaf

pada siapa yang telah aku lukai.

 

Dalam kesunyian malam ini, Tuhan,

anugerahilah aku dengan diam,

di mana dengan-Mu aku dapat bercakap-cakap

seperti seorang anak terhadap bapak.

Tuhan, dalam sunyinya malam ini,

aku sungguh ingin berdiam diri,

agar aku dapat merasakan kedamaian dan ketenteraman-Mu.

Puaskanlah kerinduanku akan-Mu, ya Tuhan.

 

(G.P. Sindhunata, SJ)

Iklan