langit malam

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

“Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; siang meneruskan berita itu kepada siang, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi.” (Mazmur XIX)

Langit malam dengan ribuan bintang lebih banyak memunculkan pertanyaan daripada jawaban di dalam benak saya. Memandang langit malam dan bintang, saya teringat kutipan dalam novel “Tarian Badai” karangan Bambang Triatmoko, S.J. Kutipan ini seperti memutar kembali rekaman kenangan masa kecil, kenangan bahwa saya amat kagum dengan bintang dan isi alam semesta, kenangan bahwa saya pernah punya cita-cita untuk menjadi astronot.

“Sejak kecil aku selalu senang menatap langit, memperhatikan bintang-bintang nun jauh di sana. Bagiku, bintang-bintang itu adalah lambang keabadian karena mereka telah ada di sana sebelum manusia ada dan barangkali mereka akan tetap ada di sana sampai lama setelah peradaban manusia lenyap. Mempelajari bintang-bintang itu rasanya seperti sebuah peziarahan spiritual.” (hlm.29)

Di bagian lain disampaikan demikian,

“Cahaya yang kita lihat dari bintang-bintang itu berasal dari jutaan tahun yang lalu. Ketika cahayanya sampai ke bumi, bintangnya sendiri barangkali sudah tidak ada lagi. Jadi yang kita lihat adalah sebuah perjalanan dari jutaan tahun di masa lampau. Amat menakjubkan bukan?” (hlm. 33)

Kutipan yang kedua ini mengingatkan saya mengenai bagian pengantar makalah saya saat kuliah Kosmologi,

“Apakah arti memandang langit malam penuh bintang? Memandang langit berarti menatap masa lalu. Bila kita hidup di zaman Plato, tentu pernyataan itu terdengar romantis. Namun jika kita hidup di zaman ini, pernyataan itu lebih bersifat astronomis, artinya dapat dijelaskan berdasarkan data-data matematis dan astronomis. Sepanjang malam kita memandang enam ribuan bintang bercahaya. Cahaya bintang yang sampai ke bumi pada detik ini merupakan cahaya yang sudah dipancarkan oleh bintang tersebut sejak belasan tahun yang lalu; tergantung jarak bintang itu dari bumi.

Jarak matahari dari bumi adalah 1 AU (AU = Astronomical Unit. 1 AU = 149.597.870,691 kilometer (jarak matahari dari bumi), biasanya dibulatkan menjadi 150 juta kilometer. Lih. Near Earth Object Program, dalam situs http://neo.jpl.nasa.gov/glossary/au.html, diakses pada Sabtu, 2 April 2011, pkl. 20.00 WIB.) atau 150 juta kilometer. Kecepatan cahaya dalam satu detik kira-kira 300.000 kilometer. Butuh waktu 3 x 108 m/s atau sekitar 8 menit bagi cahaya matahari untuk sampai ke bumi. Apabila jarak bintang yang cahayanya kita lihat dari bumi adalah 4  tahun cahaya (1 tahun cahaya = 5.878.786.100.000 miles atau 9.46 x 1012 km (sedikit di bawah 10 trilyun kilometer). Lih. Goddard Space Flight Center, dalam situs http://imagine.gsfc.nasa.gov/docs/ask_astro/answers/980211a.html, diakses pada Sabtu, 2 April 2011, pkl. 20.15 WIB.),

maka cahaya bintang tersebut memerlukan waktu sekitar 4 tahun untuk sampai ke bumi. Jika di langit malam kita melihat cahaya bintang yang jaraknya 4 tahun cahaya, maka itu berarti cahaya bintang yang pada detik ini kita lihat itu merupakan cahaya yang dipancarkan kira-kira 4 tahun yang lalu. Untuk itulah dapat dikatakan bahwa jika kita memandang langit malam, kita memandang cahaya bintang dari masa lampau.

Santo Ignasius sendiri dikatakan dalam Autobiografinya (no.11) bahwa “ia mendapat penghiburan paling besar bila memandang ke langit dan bintang-bintang. Hal itu sering dilakukannya dan juga lama sekali. Dengan demikian ia merasakan suatu dorongan yang kuat untuk mengabdi kepada Tuhan (konsolasi).”

Maka, benarlah yang dikatakan oleh Anthony de Mello, S.J. bahwa bagaimana mungkin kita mengagumi suatu tarian tanpa rasa kagum pada sang penari, demikian pula bagaimana mungkin kita mengagumi keindahan ciptaan tanpa rasa kagum dan syukur pada Sang Pencipta…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s