Siapakah Yesuit itu?

Tembang: “Dhandhanggula Prasetya Purna” oleh Rm. L. A. Sardi, SY

Dedalane ngabdi ndherek Gusti

(Mengikuti jalan untuk mengabdi Tuhan)

Sawutuhe ing dalem Sarekat

(Seutuhnya di dalam Serikat)

Novisiat dhasarane

(Novisiat menjadi dasarnya)

Wose nggegulang kalbu

(Intinya mengolah hati)

Niba nangi jroning “probasi”

(Jatuh bangun selama “probasi”)

Tepung SJ lan kanca

(Mengenal SJ dan para sahabat)

Sanak nunggal laku

(Yang menjadi saudara dalam peziarahan yang sama)

Neges Jatining timbalan

(Mencari arti inti panggilan)

Gene mathuk prasetya denya antebi

(Mengucapkan janji dengan mantap)

Wadat, mlarat, lan taat

(Murni, miskin, dan taat)

Siapakah Yesuit itu?

Banyak jawaban yang muncul dari para Yesuit. Yesuit itu…

orang yang merasa dipanggil menjadi teman kerja Tuhan di dunia | orang yang terbakar oleh cintah Tuhan |pengikut Kristus. Tapi tidak hanya ikut makan, minum, tidur (melainkan) mengikuti kegiatan Kristus | ibarat seorang sutradara. Dia membaca teks kehidupan, tanda-tanda zaman, bisa mengkontemplasikan dan mewujudkannya (hingga) menjadi suatu karya yang mungkin bisa membawa orang terinspirasi |religius yang bisa manjing, ajur, ajer dalam situasi apa pun. Dengan orang kaya ia tidak minder. Dengan orang miskin ia tidak sombong. Dengan orang jahat atau orang yang dianggap tidak baik dia tidak kelihatan sok suci. Dengan orang bodoh ia bisa menemani. Dengan pemabuk bahkan ia tidak perlu merasa sendiri, sebab apa? Sebab bagi dia semuanya itu adalah tempat perjumpaan di mana dia harus menemukan dan memuliakan tuhannya |pendosa yang menyadari dirinya dipanggil dan rahmat dan cinta tuhan itu dirasakan jauh lebih besar dari kedosaan dan kekurangannya dan karena itu yesuit bersedia untuk selalu diutus untuk membagikan hidup yang meruipakjan anugerah dari tuhan.

 

Para Sahabat Menggambarkan Siapa Yesuit

Tanggapan lain muncul dari orang-orang yang berkarya bersama para Yesuit (di Univ. Sanatha Darma, SMA John de Britto,PIKA Semarang, dll). Yesuit itu…

suatu komunitas yang mengikuti jejak santo Ignasius untuk memperjuangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya bagi kaum muda | pengikut Kristus yang militan, yang mau bertobat dan kemudian mengobarkan semangat dan menyebarkan Kerajaan Allah secara radikal | pejuang-pejuang nilai-nilai humanitas yang luar biasa |sekelompok orang (atau) segerombolan yang mencoba untuk memperbaiki dunia. Tapi terlebih dahulu mereka mencoba untuk mengelola diri dengan siklus batin yang khas sesuai (teladan) Ignasius |racun dunia pendidikan di Indonesia dengan visi, idealisme-idealisme, (dan) nilai-nilai pendidikan yang coba dikonkretkan di setiap lembaga dan itu terus-menerus dilakukan | sekelompok atau seorang yang hangat dan gampang diajak ngomong, bersenda gurau kadang serius, kadang banyak gurau daripada seriusnya. Lebih banyak berguraunya.

 

Yesuit adalah para pendosa

Ada banyak tanggapan positif tentang Yesuit. Namun tak kalah banyak pula tanggapan dan pengakuan miring (yang juga positif) tentang Yesuit. Pengakuan ini diberikan oleh para yesuit sendiri dan juga para rekan kerja mereka. Keburukan dari Yesuit itu…

Kepalanya keras | Ndableg | Sombong, itu mesti sangat cocok (dengan karakter mereka) | Individualis | Kurang Koordinasi | Menganggap dirinya yang paling hebat | Sok tahu. Inginnya mengetahui semuanya tetapi belum tentu tahu | Nyuwun amit amit sewu. Sedikit angkuh. Sedikit bener dhewe. Sedikit menang dhewe, sedikit maju dhewe | Kalau kotbah tinggi sekali. Banyak yang sulit ditangkap oleh umat | Kurang belajar sejarah | Kurang mendarat. Kurang menyentuh tanah | Keras Kepala | Kalau mereka berkarya lebih dari satu orang dalam satu lembaga, acap kali mereka tidak rukun | Sedikit alot untuk menerima pendapat kami (rekan kerja) | Luarnya lembut, tapi kalau menerima ide agak sulit | Arogan | Susah diberi masukan | Sontoloyo | Kurang memahami hidup berkeluarga bagaimana mencari uang, mengelola uang untuk anak dan istri | Sok tahu. Sok ngatur-ngatur. Jaim (jaga image) | Narsis | Banyak yesuit yang juga menjadi selebritis.

 

Hanya Karena Rahmat Tuhan

Jika Yesuit itu penuh dengan kekurangan dan keburukan itu karena salah yesuitnya. Kalau ada kebaikan pada diri Yesuit, itu semua semata-mata karena kemurahan hati Tuhan. Apa keunggulan Yesuit?

Kebaikan Yesuit itu mulai dari ubun-ubun sampai telapak kaki | punya fondasi kerohanian yang luar biasa yaitu Latihan Rohani | tanggap terhadap situasi dunia | tahan Banting. Nggak mudah menyerah | siap sedia. Rela untuk diutus kapan pun dan di mana pun | keunggulan yesuit itu ada pada kemampuannya untuk berefleksi | bisa dipercaya | unggul dalam Discernment  | unggul dalam bukan dalam menjawab pertanyaan tetapi membuat pertanyaan | selalu up-to-date | Punya visi |  kerja dengan serius, dengan sepenuh, dan bisa dipercaya | bekerja keras dan pandai mencari jalan untuk hal-hal yang lebih baik | pejuang keras. Cukup militan di berbagai bidang | sekumpulan intelektual | selalu di frontier | tegas dalam menyampaikan prinsip-prinsip yang ingin ditawarkan kepada siapa pun | pintar, (punya) komitmen, fokus, gila, dan bekerja total.

Yesuit adalah pribadi yang siap-sedia diutus ke wilayah tapal batas. Apa artinya berjuang menembus tapal batas? Rm. R.B. Riyo Mursanto, SY (Provinsial): tapal batas yang dimaksud adalah batas-batas yang mengekang seseorang untuk tidak bebas berbuat sesuatu. Jadi batas-batas itu misalnya ketakutan untuk bekerja sendiri, atau khawatir untuk bekerja dengan orang lain, atau keragu-raguannya karena merasa tidak bisa. Lalu dia berhadapan dengan batas-batas itu. Kalau dia diutus ke wilayah tapal batas (frontier), itu artinya dia diutus untuk melampaui batas-batas (psikologis) itu dan menemukan sebuah keberanian baru: bekerja dengan orang lain, mengatasi keraguan dirinya, bertanya dengan orang-orang karena tidak tahu, dan menggalang resources yang ada.

 

Puisi

“Pendosa yang dipanggil Tuhan, Doa Seorang Yesuit” oleh Rm. G.P. Sindhunata, SY

Hendak kujahit dengan apa hatiku yang robek karena dosa

kecuali dengan benang cinta dan kerahimanmu yang tak terkira.

Dengan kuda berlari seribu aku menjauh darimu

namun kau tangkap aku selalu dengan tanganmu yang terluka bekas paku.

 

Kalau kau menghendaki aku,

mengapa kau biarkan aku selalu jatuh sampai sekian ribu hingga aku ingin lari darimu?

dan selau demikian jawabanmu:

“Kau memang pendosa di hadapanku

namun justru karena itu aku memanggilmu

menjadi sahabatku.”

 

Maka kaubiarkan aku terombang-ambing dalam deru

antara kesetiaan dan kejatuhan, antara kepastian dan kebimbangan.

Kapan berhenti keterombangambinganku ini?

“Saat kau tak ragu lagi, kau adalah sahabatku sampai mati

kendati dosamu yang kau tangisi setiap hari.”

 

Kini aku tahu, Tuhan, hatiku robek karena terluka

bukan oleh dosa tapi oleh cinta.

Luka karena cinta hanya akan sembuh oleh cinta,

karena itu tak lagi aku harus bersedih karena dosa.

 

Tuhan jangan biarkan lagi aku ragu.

Aku adalah sahabatmu.

Karena itu kau tega menggoreskan cinta di atas dosaku

hingga makin perihlah kerinduan hatiku akanmu.

 

Sumber:

Disarikan dari DVD Seri 10, Jubileum 150 tahun SY Indonesia: “Pergilah dan Kobarkanlah Dunia!”, Studio Audio Visual Puskat, Yogyakarta.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s