Platon dan Sokrates [ii]

Tanpa ketekunan Platon, pemikiran dan ajaran dari Sokrates akan selamanya hilang. Platon berjumpa dengan Sokrates sebelum ia berusia 20 tahun. Sokrates mempunyai hubungan yang dekat dengan keluarga Platon, khususnya Charmides (saudara laki-laki ibunya) dan Critas (paman dari ibunya). Sebelum berguru pada Sokrates, Platon pernah belajar tentang cara hidup kelompok ningrat Athena. Aristoteles, yang kelak akan menjadi murid Platon, menulis bahwa Platon adalah seorang penyair ulung. Sampai berumur 20 tahun, minat Platon adalah puisi. Pada saat berumur 20 tahun, Platon memutuskan untuk membakar semua puisi-puisinya dan membaktikan seluruh perhatiannya pada filsafat. Ketika Platon mulai belajar di bawah asuhan Sokrates, ia mendalami apa yang menjadi minat Sokrates, yaitu substansi dan makna keutamaan. Platon, di awal kiprahnya sebagai seorang filsuf, telah dapat menggunakan latar belakang pendidikannya untuk menerapkan pertanyaan-pertanyaan mengenai keutamaan ke dalam politik dan moralitas. Platon amat handal dalam memadukan berbagai macam kajian, yaitu keutamaan, metafisika, epistemologi, dan politik, menjadi sebuah pertanyaan yang ia dekati dengan penalaran yang cermat dan metodis. Sejak awal berguru pada Sokrates hingga menjelang akhir hayatnya, perhatian utama Platon adalah pencarian akan makna keutamaan.

Tahun 403 SM, Tiga Puluh Tiran disingkirkan dan digantikan secara paksa oleh kelompok demokrasi baru. Kelompok ini amat menentang pemerintahan tiran. Setelah mendapatkan kembali kekuasaannya, kelompok demokrasi baru melakukan balas dendam terhadap kelompok oligarki dan siapa pun yang dianggap mendukung pemerintahan tiran. Sokrates dianggap sebagai seorang yang mendukung pemerintahan tiran. Sokrates mengajarkan kepada orang-orang muda Athena suatu gaya hidup yang bermartabat dan berkeutamaan, sebuah gaya hidup yang dianggap oleh pemerintah Athena sebagai anti-demokrasi. Pemerintah menyebarkan ketakutannya kepada rakyat. Pemerintah juga mengingatkan bahwa Sokrates mempunyai kesamaan dengan Tiga Puluh Tiran, sampai akhirnya ada desakan dari rakyat untuk menangkap Sokrates dan melarang ajarannya. Tahun 399 SM, Sokrates ditangkap dan dituduh merusak orang muda, terlibat dalam praktek keagamaan yang aneh, memperkenalkan dewa-dewa yang baru, dan seorang atheis. Platon dan para murid Sokrates yang lain berusaha membela Sokrates di pengadilan, namun usaha mereka sia-sia. Di dalam karyanya yang berjudul “Apology”, Platon mengatakan bahwa Sokrates dituduh bersalah dengan alasan yang sempit dan dihukum mati sebulan kemudian. Sokrates sendiri bersikap bahwa lebih baik menderita ketidakadilan daripada melakukannya. Oleh karena itu, ia memilih tetap tinggal di penjara dan menerima hukuman mati dari pemerintahannya yang tidak adil. Platon sering mengunjungi gurunya selama bulan-bulan akhir, namun ia tidak menghadiri eksekusi Sokrates.

Segera sesudah Sokrates dieksekusi, Platon dan teman-temannya berpindah ke dekat Megara, di mana sekolah kecil tentang ajaran Sokrates didirikan. Selama sembilan tahun berikutnya, Platon mulai menulis LachesProtagoras, dan Apology. Karya-karya ini dikenal sebagai dialog-dialog Sokratik, karena karya tersebut berbicara tentang Sokrates dan pemikirannya. Pada tahun 390 SM, pada usia 37, Platon melakukan perjalanan menuju sebelah selatan Italia. Di sana ia bertemu dengan Archytas dari Tarentum, yang kemudian memperkenalkan karya-karya Pythagoras kepada Platon. Kemudian di Sisilia, Platon berjumpa dengan Dion dari Syracusa, adik ipar Dionisius I, yang memerintah Sisilia dengan tangan besi. Dionisius menyangka bahwa Platon berupaya menghasut Dion untuk merebut takhtanya. Dionisius kemudian mengusir Platon dari Sisilia. Platon kembali ke Athena dan memulai tahap hidup selanjutnya.

sumber:

Dirangkum dari Brian ProffittPlato Within Your Grasp, (New Jersey: Wiley Publishing, 2004)4-10.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s